Aksi Peduli Lingkungan Pemuda Lintas Agama, Komunitas, TNI, Bersama Eco Enzyme Nusantara



Kota,Visitpati.com

Moment peringatan sumpah pemuda ke-94 di sungai Silugonggo tepatnya di desa Purworejo dukuh Guyangan kecamatan Pati dilaksanakan kegiatan aksi pungut sampah dan pembersihan eceng gondok dalam satu kemasan acara BEDO Kang NYAWIJI (Berbeda Yang Menyatu). Sabtu,( 29/10/2022).

Kegiatan yang di pandegani Ketua BPH BAMAG Kabupaten Pati Pdt. OTNIEL LUMOWA bertujuan Sebagai salah satu upaya untuk menumbuh kembangkan semangat persatuan dan kesatuan di tengah latar belakang hidup masyarakat yang beragam, baik agama maupun komunitas, serta dalam upaya untuk mengembangkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar.


Beberapa komunitas yang turut serta dalam kegiatan tersebut, diantaranya PC. GP ANSOR Kabupaten Pati, BANSER (Barisan Serbaguna) Nadhlatul Ulama, JAMPISAWAN (Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana), WANAMERU (Kelompok Pecinta Alam), STAKWW (Sekolah Tinggi Agama Kristen Wiyata Wacana), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), SARBUMUSI (Serikat Buruh Muslim Indonesia), Komunitas Eco Enzyme Nusantara, KKUB serta Babinsa Koramil 01/Pati

"Dalam kegatan hari ini, kami diberikan kesempatan untuk bersinergi dan mensosialisasikan apa itu eco enzym dan bagaimana proses pembuatanya," kata Paulina ketua Eco enzym wilayah Pati.


Lebih lanjut Paulina memaparkan,  "Cairan eco enzyme mulai digunakan sebagai cara untuk membersihkan sungai di Indonesia dari limbah rumah tangga hingga industri,"Lanjut dia.

Ia menyebut bahwa eco enzyme dipercaya mampu mengurai limbah yang berdampak buruk bagi kelestarian hidup di sungai.

"Eco enzyme atau yang dikenal dengan enzim sampah diklaim merupakan cairan serbaguna yang dihasilkan dari hasil fermentasi sampah organik, oleh karena itu kami akan terus bergerak di kabupaten Pati dengan dukungan masyarakat dan instansi untuk mengenalkan Eco Enzym lebih luas,"pungkasnya.

Melansir Zero Waste Indonesia (ZWID), komunitas berbasis online pertama di Indonesia yang mengajak masyarakat Indonesia untuk menjalani gaya hidup nol sampah menyampaikan eco enzyme pertama kali diperkenalkan oleh Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand.

Eco enzym juga mengubah amonia menjadi nitrat (NO3), hormon alami dan nutrisi untuk tanaman. Selain itu, cairan itu dapat mengubah CO2 menjadi karbonat (CO3) yang bermanfaat bagi tanaman laut dan kehidupan laut.

Kelebihan lain yang dihasilkan dari eco enzyme adalah membantu siklus alam seperti memudahkan pertumbuhan tanaman (sebagai fertilizer), mengobati tanah, dan juga membersihkan air yang tercemar, karena natural dan bebas dari bahan kimia, eco enzyme mudah terurai, serta tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan.(Ipl.Vp.)

About redaksi

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.